Batista R. Harahap

The Crush - Hi

Mel, gw mau jawab commentnya cuman kayanya jadi panjang nih. Gw pikir jadiin blog post aja. Daritadi dah pengen ngebales cuman got caught up with work. Urbanesia udah kaya bayi buat gw, disayang-sayang tapi perlu ditegesin biar bisa berjalan tanpa perlu dituntun terus alias mandiri. Gw banyak belajar disini.

Tistaaa... Dari kemarin gw udah baca blog lo yang lo password-in. Dan di otak gw pun yang ada blank. Mau komen apa juga bingung. Yang pasti, I'm not happy with my life. Whether I'm going solo or duet. Am not loosing hope and faith. Nor thankful to God. Am a runner and ignorance person indeed. Terlalu kusut sampai output-nya blank. :D

Okey kembali ke elo Mel. Mel gw pengen nanya, kenapa elo terus membaca blog post gw? Padahal elo takut dideketin dan gw udah deklarasi malah kalo gw emang deketin. Waktu di Gereja kemaren gw niatin dateng walaupun ga denger apa-apa dari elo karena gw percaya gw akan menerima dan belajar sesuatu pulang dari situ.

Kemaren ke Gereja adalah yang pertama setelah gw putus bulan Agustus lalu. Empat bulan gw ga mau denger apa yang J katakan ke gw karena gw kecewa. Kenapa ini terjadi sama gw? Akhirnya gw melakukan semuanya dengan dasar kekuatan gw pribadi. Mel lo tau sendiri keluarga Batak itu kerasnya kaya apa, gw sebulan ga pulang bareng sama anak-anak untuk bawa Urbanesia keluar dari Beta dan keluarga gw terutama Oma gw marah-marah. Karena gw menemukan pelarian gw pada saat itu yaitu dengan kerja. Gw kasih pengertian tentang kerjaan gw dan kesimpulannya keluarga gw masih bingung, dari dulu gw cuman ngetik-ngetik depan komputer tapi bisa jadi penghidupan.

To tell you the truth, gw kaget banget sama Firman Minggu kemaren. Gw merasa gw seperti low life dan kurang ajar banget padahal udah berulang kali gw nerima pelajaran kalo gw itu ga bisa mengandalkan kekuatan sendiri. Tapi gw merubah perspektif gw, gw ga ngelakuin itu semua untuk gw pribadi tapi lebih banyak untuk kepentingan bersama. Fokus gw adalah menjadi contoh untuk yang lain. Firman Tuhan kemaren bilangnya:

Roma 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Roma 12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Jadi ternyata yang gw lakukan selamat 4 bulan ga ke Gereja sesuai dengan apa yang Dia mau. Padahal kalo gw berdoa itu biasanya hanya sebelum makan dan pada saat mengucap syukur. Firman diatas konfirmasi gw dengan hati yang tulus, Roh Kudus ada disitu, akhirnya semua yang kita lakuin refleksi dari keberadaan Roh Kudus di dalam hati.

Gw tetep bandel Mel, gw suka minum-minum, isengin orang, makanin makan siang orang lain dan lain-lain, tapi gw belajar J tidak menilai kita hanya dari perbuatan kita, Dia lebih mementingkan hati kita karena disitulah tempat J berada. Dengan adanya J di dalam hati, ada efek samping yang ga bisa ditolak: KASIH.

Itu prinsip dasar yang gw jalani, dengan kasih, gw jadi lebih suka memberi dan membagi. Gw ga muluk-muluk seperti perpuluhan ato persembahan, ga mesti dalam bentuk seperti itu tapi lebih ke bentuk yg intangible yang ga bisa dipegang atau diliat tapi bisa dirasakan.

Oleh karena itu, gw bilang sama diri gw sendiri, dengan gw tetap solo, gw ga bisa membagikan kasih gw dan gw ga merasa hidup. Andaikata gw duet, kebayang ga sih kasih yang bisa dibagi sebesar apa? Itu yang akan jadi kekuatan dan pegangan untuk ngelewatin suka dan duka di hidup kita masing-masing.

Gw pernah bilang di post gw sebelumnya, sedikit love saja menginspirasi gw untuk ngelakuin banyak hal karena memang begitu adanya. Crush ini ke elo membuat diri gw sendiri mempunyai harapan dan dengan modal itu gw melepaskan kreativitas di dalam diri gw sendiri. Setelah bikin website tentang elo semalem, gw malah terinspirasi untuk projek startup gw selanjutnya. Semuanya karena kasih.

Mel jangan pikir gw ngomong semua ini karena karir gw udah dalam posisi enak, gw mulai semua dari 0. Gw ngelewatin banyak tantangan dan olok-olok dari keluarga untuk sampai ke gw yang sekarang ini. Beberapa tahun yang lalu gw menyadari gw tuh bukan apa-apa tanpa keluarga karena itulah identitas gw tapi itu baru separuh dari gw secara utuh, gw ga sama dengan orang lain atau harapan-harapan untuk gw menjadi orang lain.

Wuih panjang nih tulisannya siang ini.

Mel gw ga mau muluk-muluk, mulai dari perkenalan ulang mau ga Mel? Setelah itu setiap hari gw mengundang untuk isi apa aja yang elo rasain ato ga rasain di Write A Note di website yang gw bikinin. Abstrak aja Mel, lo bebas mau ngomong tentang apa aja yang elo mau omongin. Website itu cuman gw sama elo yang bisa akses, anggep website itu milik lo Mel. Be yourself, mari saling mengenal.

Gw akan re-intro gw sendiri Notes ya. Biar gampang klik disini untuk akses website lo Mel.

21 December 2010 by Batista Harahap on crush | lionheart | love
comments powered by Disqus